ASJ TLJ
Kebutuhan Bandwidth Dalam Jaringan
Kebutuhan atas bandwidth dari satu jaringan ke jaringan lainnya bisa bervariasi. Sangat penting menentukan berapa banyak bit per detik yang melintasi jaringan dan jumlah bandwidth yang digunakan tiap-tiap aplikasi agar jaringan bisa bekerja cepat dan berfungsi dengan baik.
Bisa dibuktikan oleh banyak administrator jaringan, bandwidth untuk jaringan adalah salah satu faktor penting dalam merancang dan memelihara LAN atau WAN yang baik. Bandwidth adalah salah satu dari elemen-elemen desain jaringan yang biasanya dioptimalkan dengan cara terbaik dengan mengkonfigurasi jaringan secara benar dari terminal luar.
1. Menentukan jumlah bandwidth jaringan yang sudah ada.
2. Menentukan penggunaan rata-rata aplikasi tertentu.
Kedua langkah ini harus dinyatakan dalam Bps. Jika jaringan Anda dalah GbE (Gigabyte Ethernet), berarti tersedia 125,000,000 Bps. Ini dihitung dengan mengambil 1000 Mbps (untuk jaringan Gigabit); yang setara dengan 1 milyar (1,000,000,000) bps dan membaginya dengan 8 untuk mendapatkan byte.(1,000,000,000 bps / 8 = 125,000,000 Bps).
Setelah memastikan besar bandwidth jaringan, kita perlu menentukan berapa banyak bandwidth yang digunakan aplikasi. Gunakan network analyzer untuk mendeteksi angka Bps dari aplikasi yang dikirim melintasi jaringan. Untuk itu, Kita harus mengaktifkan kolom Cumulative Bytes pada network analyzer.
Seteleh itu kita harus:
1. Menangkap traffic dari dan ke workstation pengujian yang menjalankan aplikasi.
2. Pada jendela rangkuman decode, tandailah paket-paket pada awal transfer file.
3. Telusuri catatan waktunya setiap satu detik lalu lihat field byte kumulatif.
Jika kita menetapkan aplikasi mentransfer data pada 200,000 Bps, maka kita sudah memiliki informasi untuk menghitung: 125,000,000 / 200,000 = 625. Dalam kasus ini, jaringan sudah memadai dan tidak masalah jika ada 100 user konkuren (terkoneksi terus-menerus).
Tapi lihat apa yang terjadi jika kita hanya punya jaringan sebesar 100 mbps. Maka jaringan kita ini tidak bisa mendukung lebih dari kira-kira 60 user yang menjalankan aplikasi secara konkuren.
Inilah yang menjadi tantangan dalam menghitung bandwidth. Jadi bagaimana kita bisa menentukan berapa banyak bandwidth yang dibutuhkan?
Ini berhubungan dengan aplikasi apa saja yang dijalankan yang menggunakan jaringan, dan bagaimana performa service-level agreement (SLA) untuk aplikasi-aplikasi tersebut.
Namun bagaimana kita bisa menentukan berapa banyak bandwidth yang dibutuhkan saat merancang jaringan? Apa saja pertimbangan khusus yang diterapkan?
Bandwidth mengacu pada data rate yang didukung oleh koneksi jaringan yang terhubung ke jaringan. Bandwidth biasanya diekspresikan dalam istilah bit per sekon (bps), atau kadangkala byte per sekon (Bps).
Bandwidth jaringan mewakili kapasitas koneksi jaringan, walaupun penting untuk memahami beda antara throughput secara teoretis dan hasil nyatanya. Misalnya, jaringan Ethernet Gigabit 1000BASE-T (yang menggunakan kabel UTP – unshielded twisted-pair) secara teoretis mendukung 1,000 megabit per sekon (Mbit/s), tapi level ini tidak pernah bisa dicapai dalam prakteknya karena perangkat keras dan sistem perangkat lunak yang digunakannya.
Bisa dibuktikan oleh banyak administrator jaringan, bandwidth untuk jaringan adalah salah satu faktor penting dalam merancang dan memelihara LAN atau WAN yang baik. Bandwidth adalah salah satu dari elemen-elemen desain jaringan yang biasanya dioptimalkan dengan cara terbaik dengan mengkonfigurasi jaringan secara benar dari terminal luar.
Menghitung badwidth jaringan
Ada dua langkah dasar dalam menghitung bandwidth:1. Menentukan jumlah bandwidth jaringan yang sudah ada.
2. Menentukan penggunaan rata-rata aplikasi tertentu.
Kedua langkah ini harus dinyatakan dalam Bps. Jika jaringan Anda dalah GbE (Gigabyte Ethernet), berarti tersedia 125,000,000 Bps. Ini dihitung dengan mengambil 1000 Mbps (untuk jaringan Gigabit); yang setara dengan 1 milyar (1,000,000,000) bps dan membaginya dengan 8 untuk mendapatkan byte.(1,000,000,000 bps / 8 = 125,000,000 Bps).
Setelah memastikan besar bandwidth jaringan, kita perlu menentukan berapa banyak bandwidth yang digunakan aplikasi. Gunakan network analyzer untuk mendeteksi angka Bps dari aplikasi yang dikirim melintasi jaringan. Untuk itu, Kita harus mengaktifkan kolom Cumulative Bytes pada network analyzer.
Seteleh itu kita harus:
1. Menangkap traffic dari dan ke workstation pengujian yang menjalankan aplikasi.
2. Pada jendela rangkuman decode, tandailah paket-paket pada awal transfer file.
3. Telusuri catatan waktunya setiap satu detik lalu lihat field byte kumulatif.
Jika kita menetapkan aplikasi mentransfer data pada 200,000 Bps, maka kita sudah memiliki informasi untuk menghitung: 125,000,000 / 200,000 = 625. Dalam kasus ini, jaringan sudah memadai dan tidak masalah jika ada 100 user konkuren (terkoneksi terus-menerus).
Tapi lihat apa yang terjadi jika kita hanya punya jaringan sebesar 100 mbps. Maka jaringan kita ini tidak bisa mendukung lebih dari kira-kira 60 user yang menjalankan aplikasi secara konkuren.
Inilah yang menjadi tantangan dalam menghitung bandwidth. Jadi bagaimana kita bisa menentukan berapa banyak bandwidth yang dibutuhkan?
Ini berhubungan dengan aplikasi apa saja yang dijalankan yang menggunakan jaringan, dan bagaimana performa service-level agreement (SLA) untuk aplikasi-aplikasi tersebut.
Keragaman Kebutuhan Bandwidth
Namun bagaimana kita bisa menentukan berapa banyak bandwidth yang dibutuhkan saat merancang jaringan? Apa saja pertimbangan khusus yang diterapkan?
Bandwidth mengacu pada data rate yang didukung oleh koneksi jaringan yang terhubung ke jaringan. Bandwidth biasanya diekspresikan dalam istilah bit per sekon (bps), atau kadangkala byte per sekon (Bps).
Bandwidth jaringan mewakili kapasitas koneksi jaringan, walaupun penting untuk memahami beda antara throughput secara teoretis dan hasil nyatanya. Misalnya, jaringan Ethernet Gigabit 1000BASE-T (yang menggunakan kabel UTP – unshielded twisted-pair) secara teoretis mendukung 1,000 megabit per sekon (Mbit/s), tapi level ini tidak pernah bisa dicapai dalam prakteknya karena perangkat keras dan sistem perangkat lunak yang digunakannya.
Pengertian VOID dan Fungsinya
Pada kontruksi bangunan, pengertian VOID adalah ruangan kosong yang terletak di tengah-tengah antara lantai atas dan lantai bawah. Ruang VOID berfungsi sebagai pengatur sirkulasi udara supaya temperatur di interior bangunan tetap terjaga kelancarannya. Di samping itu, keberadaan VOID juga memungkinkan cahaya matahari sanggup memasuki ruangan yang ada di dalam bangunan walaupun tidak dilengkapi dengan jendela.
Adanya VOID penting untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan suatu bangunan, terutama untuk bangunan yang tidak memiliki jarak cukup dengan bangunan-bangunan di sekelilingnya. Bangunan-bangunan yang saling berhimpitan ini tentu mustahil apabila dibuatkan jendela di samping kanan dan kiri. Hanya bagian depan rumah saja yang masing memungkinkan untuk dibangun jendela yang ideal. Oleh karena itulah VOID diciptakan sebagai solusi atas permasalahan tersebut.
Kebanyakan VOID dibangun pada konstruksi berlantai lebih dari tiga tingkatan. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa VOID juga bisa dibuat di bangunan yang mempunyai satu lantai. Tetapi syaratnya ialah bangunan tersebut harus memiliki dinding dan plafon yang berukuran lebih tinggi daripada biasanya.
VOID untuk bangunan berlantai satu hendaknya tidak dihiasi dengan ornamen-ornamen tertentu seperti lampu gantung, kristal, dan sebagainya. Alasannya untuk mencegah timbulnya kesan interior yang terasa lebih pendek dan lebih sempat. Sebaliknya, jika bidang vertikal pada interior bangunan tersebut dibiarkan kosong, maka bakal memunculkan kesan lebih luas dan lebih lapang.
Kebutuhan Perangkat VoIP
- X-Lite : Sebagai softphone untuk memanggil/ menerima telepon
- IP Phone : Sebagai Hardphone untuk memanggil dan menerima telepon
- Briker : Sebagai operating sistem VoIP
- Server : Sebagai pusat pengolahan data pada jaringan VoIP
- Modem : Sebagai koneksi apabila server VoIP ada dijaringan internet
- Konsep Kerja Server Softswitch
- Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP. Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun circuit. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri. Tetapi Softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch yaitu : Media Gateway Controller (MGC) yang sering disebut dengan perangkat call agent Aplication / fitur server Media server
-
DIAGRAM VOIP Berikut ini merupakan proses kerja diagram voip sederhana :
1. Computer client 1 mendial computer client 2 dengan memanfaatkan layanan yang diberikan oleh server ipbx
2. Computer client 2 menerima panggilan dari computer client 1
3. Mikrophone computer client 1 menangkap gelombang suara dari user 1
4. Gelombang suara tersebut akan diubah menjadi paket data digital.
5. Kemudian akan di kirimkan ke server ipbx melalui HUB
6. Setelah itu akan diteruskan ke computer klien 2 melalui HUB juga.
7. Paket data digital tersebut akan di ubah menjadi data analog sehingga akan menjadi gelombang suara yang akan di keluarkan melalui speker. Perhitungan Subnetting IP Address kelas A dan B
Pada pembahasan yang lalu saya sudah jabarkan mengenai konsep subneting dan cara penghitungan subneting pada ip class c. Mengapa harus kelas c terlebih dahulu?. Jawabannya karena kelas c perhitungannya paling gampang dengan menggunakan konsep class full. Jika kita menghitung kelas c dengan konsep classless ya disini tempatnya sekaligus menghitung subnetting pada kelas A dan B.
sebenarnya tidak ada yang berbeda dari perhitungan sebelumnya. Hanya saja perhitungan pada kelas A dan B akan menghasilkan jumlah host/subnet akan sangat banyak. Bagi anda yang baru memahami konsep ip address sungguh akan membingungkan . Sebagai contoh jika jumlah host/subnet didapatkan sebanyak 16.000 sedangkan paling banyak jumlah host itu hanya 255. Berati berapa banyak kita naikkan jumlah angka digit desimal pada ip address tersebut. Contoh :
Jumlah host sebanyak 1000 dengan ip 172.16.0.0
mulai ip tersebut
172.16.0.1 - 172.16.0.254 (tambah 1 alamat broadcast 172.16.0.255)
172.16.1.1 - 172.16.1.254 (tambah 1 alamat broadcast 172.16.1.255)
172.16.2.1 - 172.16.2.254 (tambah 1 alamat broadcast 172.16.2.255)
172.16.3.1 - 172.16.3.235
Jika ditotal semua maka ip tersebut berjumlah 1000. tetapi yang dapat dipakai sebanyak 997 dengan dikurangkan 3 untuk alamat broadcastnya. Nah dari sini anda bisa membayangkan berasa kenaikan digit desimal jika jumlah host mencapai sekitar 16.000? pucing deh.... Tapi tenang saya akan ajarkan cara singkatnya. Kita tetap berpatokan kepada tabel subnet dibawah ini.
mulai ip tersebut
172.16.0.1 - 172.16.0.254 (tambah 1 alamat broadcast 172.16.0.255)
172.16.1.1 - 172.16.1.254 (tambah 1 alamat broadcast 172.16.1.255)
172.16.2.1 - 172.16.2.254 (tambah 1 alamat broadcast 172.16.2.255)
172.16.3.1 - 172.16.3.235
Jika ditotal semua maka ip tersebut berjumlah 1000. tetapi yang dapat dipakai sebanyak 997 dengan dikurangkan 3 untuk alamat broadcastnya. Nah dari sini anda bisa membayangkan berasa kenaikan digit desimal jika jumlah host mencapai sekitar 16.000? pucing deh.... Tapi tenang saya akan ajarkan cara singkatnya. Kita tetap berpatokan kepada tabel subnet dibawah ini.
Untuk perhitungan masih menggunakan rumus yang sama pada kelas C, yaitu :
- Jumlah Subnet dirumuskan dengan 2x
- Jumlah Host/Subnet dirumuskan dengan 2y – 2
- Blok subnet dirumuskan denga 256 - jumlah desimal subnet mask
- Alamat broadcast didapat dengan mengurangi 1 host pada blok subnet
Perhitungan Pada Kelas B
Perhitungan Pada Kelas A
Dari kesimpulan pembahasan subnetting diatas adalah :
Ip Address = 172.16.0.0/18
Subnet mask = 255.255.192.0
Decimal Subnetmask = 11111111.11111111.11000000.00000000
Subnet mask = 255.255.192.0
Decimal Subnetmask = 11111111.11111111.11000000.00000000
1. Jumlah Subnet dirumuskan dengan 2x dimana x adalah banyaknya angka biner 1
22 = 4 subnet
2. Jumlah host / subnet dirumuskan dengan 2y – 2 dimana x adalah banyaknya angka biner 0
214 - 2 = 16384 host / subnet
3 Blok subnet didapat dari 256 - 192 = 64
karena kita memiliki 4 subnet maka blok subnet juga harus 4 buah. Maka menjadi 0,64,128,192
dan ditulis 172.16.0.0 , 172.16.64.0 , 172.16.128.0 , 172.16.192.0
4 Menentukan alamat brodcast adalah dengan mengurangi 1 host pada tiap blog subnet
maka ditulis 172.16.63.255 , 172.16.127.255 , 172.16.191.255 , 172.16.255.255
Bingung ? saya yakin anda mulai kebingungan. Hal wajar yang terjadi pada mahasiswa saya. Terlebih lagi jika harus memetakannya didalam tabel. Maka dari itu saya buat cara singkat. Gimana tuh caranya om andry? Yaitu menggunakan pengurangan pada subnetmasknya dengan 255.255.255.255. Begini broo..:
Subnet mask = 255.255.192.0
Saya akan kurangkan subnet masknya menjadi
255.255.255.255
255.255.192.0 (-)
======================
0 .0 .63 .255
Setelah itu saya akan jumlahkan dengan ip addressnya
172.16.0.0
0.0.63.255 (+)
=======================
172.16.63.255
Kemudian hasil dari 172.16.63.255 adalah alamat broadcast untuk setiap subnetwork. Untuk batas akhir (end ip) penggunaan ip kita kurangkan satu digit menjadi 172.16.63.254 dan untuk subnetwork berikutnya kita tambahkan satu digit menjadi 172.16.64.0. Coba anda perhatikan hasilnya apakah sama dengan perhitungan pada nomor 3 dan 4 tentulah sama. Jika berbeda berati anda belum paham konsep subnettingnya. Baca lagi donk...
Nah jika sudah ketemu hasil dari broadcast, subnetwork, dan end ip maka penyusunan tabel akan terasa mudah tanpa harus pusing memikirkan berapa banyak jumlah host 16384 harus diterapkan pada table. Kesimpulannya ip dari 172.16.0.1 sampai dengan 172.16.63.254 adalah sebanyak 16384. Gak percaya? silahkan hitung sendiri ya, kalau saya mah gak mau mending nulis blog dengan tema yang lain heheheheh.
| subnetwork | 172.16.0.0 | 172.16.64.0 | 172.16.128.0 | 172.16.192.0 |
| start ip | 172.16.0.1 | 172.16.64.1 | 172.16.128.1 | 172.16.192.1 |
| end ip | 172.16.63.254 | 172.16.127.254 | 172.16.191.254 | 172.16.255.254 |
| broadcast | 172.16.63.255 | 172.16.127.255 | 172.16.191.255 | 172.16.255.255 |
Perhitungan Pada Kelas A
Ip Address = 10.0.0.0/11
Subnet mask = 255.224.0.0
Decimal Subnetmask = 11111111.11100000.00000000.00000000
Jumlah Subnet dirumuskan dengan 2x dimana x adalah banyaknya angka biner 1
23 = 8 Subnet
Saya akan kurangkan subnet masknya menjadi
255.255.255.255
255.224.0.0 (-)
======================
0 .31 .255 .255
Setelah itu saya akan jumlahkan dengan ip addressnya
10.0.0.0
0.31.255.255 (+)
=======================
10.31.255.255
Kemudian hasil dari 10.31.255.555 adalah alamat broadcast untuk setiap subnetwork. Untuk batas akhir (end ip) penggunaan ip kita kurangkan satu digit menjadi 10.31.255.254 dan untuk subnetwork berikutnya kita tambahkan satu digit menjadi 10.31.255.255. Sedangkan untuk menentukan ip broadcast berikutnya berikutnya hanya perlu menambahkan 31 pada start ip setelah subnetnya. Perhatikan Tabel Dibawah ini :
| subnetwork | 10.0.0.0 | 10.32.0.0 | 10.64.0.0 | 10.96.0.0 |
| start ip | 10.0.0.1 | 10.32.0.1 | 10.64.0.1 | 10.96.0.1 |
| end ip | 10.31.255.254 | 10.63.255.254 | 10.95.255.254 | 10.127.255.254 |
| broadcast | 10.31.255.255 | 10.63.255.255 | 10.95.255.255 | 10.127.255.255 |
Tabel Lanjutan
| subnetwork | 10.128.0.0 | 10.160.0.0 | 10.192.0.0 | 10.224.0.0 |
| start ip | 10.128.0.1 | 10.160.0.1 | 10.192.0.1 | 10,224.0.0 |
| end ip | 10.159.255.254 | 10.191.255.254 | 10.223.255.254 | 10.255.255.254 |
| broadcast | 10.159.255.255 | 10.191.255.255 | 10.223.255.254 | 10.255.255.255 |
Aturan dari perhitungan diatas adalah :
1) untuk mencari broadcast address digunakan 255.255.255.255 dikurang subnet mask
2) untuk mencari end ip adalah dengan mengurangi 1 digit akhir pada pada ip broadcast
3) untuk mencari subnet berikutnya adalah dengan menambah1 digit akhir pada pada ip broadcast
4) untuk mencari start ip adalah dengan menambah1 digit akhir pada pada ip subnetwork
5) untuk mencari end ip berikutnya adalah dengan menambah hasil pengurangan nilai subnet sebagai contoh (31) dari perhitungan diatas
Dari kesimpulan pembahasan subnetting diatas adalah :
1) Semua ip digunakan dengan metode Classless
2) Anda bisa menggunakan rumusan yang pertama seperti yang digunakan untuk menghitung subnetting kelas C
3) Atau anda bisa menggunakan rumus dengan pengurangan 255.255.255.255 tetapi dengan mengikuti aturan diatas
Semua Perhitungan tersebut saya balikkan lagi kepada anda. Saya paham jika anda pusing terlebih lagi jika anda baru terjun kedalam dunia jaringan komputer. hal itu juga terjadi pada saya. Tetapi lama kelamaan anda akan terbiasa dengan sering mencoba,menghitung dan sering menyelesaikan studi kasus
VLSM
(Variabel Length Subnet Mask) adalah suatu teknik untuk mengurangi jumlah terbuang[ruang;spasi] alamat. kita dapat memberi suatu subnet ke seseorang, dan dia dapat lebih lanjut membagilebih lanjut membagi subnet ke dalam beberapa subnets. Oleh karena lebar dari subnet akan diperkecil,maka disebut dengan Variable Subnet Length Mask(VLSM).Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikansuatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network IDhanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak padapembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Addressyang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidakdikenal dalam jaringan
internet
, namun tetap dapat melakukan
koneksi
kedalam jaringan
internet,
hal initerjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.Langsung saja ke contoh kasus dalam perhitungan menggunakan metode vlsm. Dalam contoh kasus inimisalnya kita akan membangun sebuah jaringan internet dalam sebuah perusahaan besar. Denganketentuan Host yang dibutuhkan antaran lain:1. Ruang utama 1000 host2. Ruang Kedua 500 host3. Ruang ketiga 100 host4. Ruang Server 2 hostDengan alamat jaringan 172.16.0.0/16. Sebelum kita mulai menghitung vlsm, disini kita akanmemcantumkann 8 bit angka ajaib ini:
128 . 64 . 32 . 16 . 8 . 4 . 2 . 1
. Dan membuat tabel-tabel untuk mempercepat proses perhitunganVLSM. Seperti tabel-tabel berikut:Hostke2^n JumlahHostSubnet mask Pre.mask/32-n








2^0 1 255.255.255.255 /322^1 2 255.255.355.254 /312^2 4 255.255.255.252 /302^3 8 255.255.255.248 /292^4 16 255.255.255.240 /282^5 32 255.255.255.224 /272^6 64 255.255.255.192 /262^7 128 255.255.255.128 /252^8 256 255.255.255.0 /242^9 512 255.255.254.0 /232^10 1024 255.255.252.0 /222^11 2048 255.255.248.0 /212^12 4096 255.255.240.0 /202^13 8192 255.255.224.0 /192^14 16386 255.255.192.0 /182^15 32768 255.255.128.0 /172^16 65536 255.255..0 /162^17 131072 255.254.0.0 /152^18 262144 255.2520.0 /14

2^19 524288 255.248.0.0 /132^20 1048576 255.240.0.0 /122^21 2097152 255.224.0.0 /112^22 4194304 255.192.0.0 /102^23 8388608 255.128.0.0 /92^24 16777216 255.0.0.0 /8contohya seperti kasus berikut:Dengan IP 172.16.0.0/16
1. Ruang Utama 1000 host
Disini dibutuhkan 1000 host yang akan terhubung dengan internet ,untuk mendapat 1000 host ataulebih perhatikan tabel diatas. Karena yang dibutuhkan1000 maka cari hasil pemangkatan 1000 or >=1000 host. dari tabel diatas yang sesuai dengan kebutuhan host yang dibutuhkan gunakan 2^10 =1024 dan subnet mask 255.255.252.0.Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :255.255.255.255255.255.252. 0 _0. 0. 3.255 Dan untuk mengetahui IP broadcastnya yakni hasil dari pengurangan diatas ditambah dengan
ip
network172. 16. 0. 00. 0. 3.255 +172. 16. 3.255Network : 172.16.0.0/22IP Pertama : 172.16.0.1IP Terakhir : 172.16.3.254IP Broadcast : 172.16.3.255Subnet Mask : 255.255.252.0
2. Ruang Kedua 500 host
Untuk Ruangan Kedua host yang dibutuhkan or komputer yang bisa terhubung dengan internetsebayak 500 komputer. Untuk mendapatkan 500 host atau lebih maka kita cari pemangkatan yangmenghasilkan Host 500 atau lebih. dari tabel diatas yang menghasilkan 500 host >=500 hostyang sesuai dengan kebutuhan host yang digunakan 2^9= 512 dan subnet mask 255.255.254.0.
Untuk mencari nilai ip range seperti dibawah ini :255.255.255.255255.255.254. 0 _0. 0. 1.255








x


Komentar
Posting Komentar